Cinta terakhirku...
sebuah senyum kepergian menutupi kepedihan
jatuh berguguran bermacam rasa yang dulu ada
Rapuh hati ini menerima segalanya
Hikmah tersirat seolah tertutup takdir
Kau pergi menebar kenangan
diatas peraduan cintaku
Istana ku mulai sepi akan tawamu
cerita manjamu, panggilan sayangmu
untuk apa menebar wewangian jika bukan kau yang hirup?
aku tak sanggup membuka istana hatiku lagi
untuk siapapun, karena dirimu
dirimu yang menjanjikan mengisi cawan-cawan hatiku
dengan cairan cinta dan kesetiaan
belum penuh kau mengisi, kau enyah
padahal pagi belum kau temukan sinarnya
padahal bintang belum kau temukan kerlipnya
padahal kau masih berharap akan itu
kau sembunyikan rasa itu dari ku
namun itu, aku tau kau masih merasa
akankah Tuhan turunkan mukjizat-Nya?
Aku berharap...Kau datang dengan gaun terindah
menyambutku diatas ranjang yang pernah kita bicarakan
lalu,...
Bagai burung yang terpuruk menunggu pagi
dan aku adalah pagi yang datang dengan sinar cerah
membawa burung terbang menuju cakrawala
menyelubunginya dengan awan-awan putih
Datanglah kasih,
ku ingin kau yang berbaring diatas ranjangku
Bukan mereka, dia, namun Kita...
Dedicated to : Noviana Bellatrix

Tidak ada komentar:
Posting Komentar