Kamis, 15 April 2010

My Endless Love


Cinta terakhirku...

sebuah senyum kepergian menutupi kepedihan

jatuh berguguran bermacam rasa yang dulu ada

Rapuh hati ini menerima segalanya

Hikmah tersirat seolah tertutup takdir

Kau pergi menebar kenangan

diatas peraduan cintaku

Istana ku mulai sepi akan tawamu

cerita manjamu, panggilan sayangmu

untuk apa menebar wewangian jika bukan kau yang hirup?

aku tak sanggup membuka istana hatiku lagi

untuk siapapun, karena dirimu

dirimu yang menjanjikan mengisi cawan-cawan hatiku

dengan cairan cinta dan kesetiaan

belum penuh kau mengisi, kau enyah

padahal pagi belum kau temukan sinarnya

padahal bintang belum kau temukan kerlipnya

padahal kau masih berharap akan itu

kau sembunyikan rasa itu dari ku

namun itu, aku tau kau masih merasa

akankah Tuhan turunkan mukjizat-Nya?

Aku berharap...Kau datang dengan gaun terindah

menyambutku diatas ranjang yang pernah kita bicarakan

lalu,...

Bagai burung yang terpuruk menunggu pagi

dan aku adalah pagi yang datang dengan sinar cerah

membawa burung terbang menuju cakrawala

menyelubunginya dengan awan-awan putih

Datanglah kasih,

ku ingin kau yang berbaring diatas ranjangku

Bukan mereka, dia, namun Kita...


Dedicated to : Noviana Bellatrix

Tidak ada komentar:

Posting Komentar