Selasa, 20 April 2010

My Endless Love II



Rindu membuncah mengambang tiada pijak

Bagaimana jika pijakan enggan di pijak?

Masihkah rindu ini berarti jika tak mampu kau lihat?

Aku enyah dari mu bukan mauku

Bahagiamu adalah citaku

Sebagaimana tlah kita ucapkan bersama

Dikala bersatu bahwa menyatu pilihan kita

Bukan kini, yang aku berderai karna maumu

Kau bersembunyi atas nama benci

Kau menebar kebohongan diantara kenyataan

Namun tak mampu menembus dinding cinta yang kau buat

Dalam diriku...

Jika menghargaimu ditempat yang layak adalah permasalahan

bagaimana bisa?

Bagaimana bisa aku meninggalkanmu

Tak sanggup hati ini menutup

Tak sanggup otak ini berhenti

Tak sanggup telinga ini tuli

Akan janji setia kita

Akan rencana kita

Aku tak sanggup...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar