Rindu membuncah mengambang tiada pijak
Bagaimana jika pijakan enggan di pijak?
Masihkah rindu ini berarti jika tak mampu kau lihat?
Aku enyah dari mu bukan mauku
Bahagiamu adalah citaku
Sebagaimana tlah kita ucapkan bersama
Dikala bersatu bahwa menyatu pilihan kita
Bukan kini, yang aku berderai karna maumu
Kau bersembunyi atas nama benci
Kau menebar kebohongan diantara kenyataan
Namun tak mampu menembus dinding cinta yang kau buat
Dalam diriku...
Jika menghargaimu ditempat yang layak adalah permasalahan
bagaimana bisa?
Bagaimana bisa aku meninggalkanmu
Tak sanggup hati ini menutup
Tak sanggup otak ini berhenti
Tak sanggup telinga ini tuli
Akan janji setia kita
Akan rencana kita
Aku tak sanggup...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar