Jumat, 23 April 2010

Kartini Penurun Derajat Wanita?

Tanggal 21 april, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini. Yang dulu kaum hawa begitu diremehkan posisinya, kini kaum hawa sederajat tingkatannya dengan kaum Adam. Ini adalah berkat jasa Ibu kita Kartini. Sebelumnya saya juga sependapat dengan ini. Ia amat berjasa mengangkat derajat para perempuan indonesia. Tapi setelah saya selami lebih dalam, apakah Kartini tidak melakukan sebaliknya? yakni menurunkan derajat perempuan.

Ingatkah bahwa Rosulullah S.a.w pernah mengatakan kepada sahabatnya bahwa orang yang patut kita hormati adalah yang pertama : Ibumu, yang kedua : Ibumu, kemudian Ibumu, setelah itu Bapakmu. 3 Tingkatan yang sangat luar biasa, Islam menghormati kaum perempuan. Teramat ironis, jika perempuan ingin menyamakan derajatnya dengan kaum lelaki. Sama saja ia menurunkan derajatnya ke 3 tingkatan yang lebih rendah.

Wanita adalah sumber kehidupan. Manusia-manusia lahir dari rahimnya. Manusia-manusia tumbuh dari air susunya. rasa kasih sayangnya tiada tara, teramat kaya kasih sayang seorang perempuan. Wanita lebih memiliki hak di mata Allah, tak sama dengan kuantitas hak seorang lelaki.

Apakah tidak lebih hebat seorang dengan doktor, profesor, magister, sarjana, disandang oleh seorang ibu yang bertugas untuk mendidik anaknya menjadi orang yang lebih berguna? lebih hebat mana jika ia menjadi seorang dokter spesialis, lulusan luar negeri, menyandang berbagai gelar, dihormati orang, tapi tak punya waktu untuk membesarkan anak-anaknya karena waktunya terbuang untuk mengurusi orang lain? sedangkan anak-anaknya diurus oleh orang yang tak tahu asal usulnya.

Inikah jasa Kartini? yang 'menjajarkan derajat' perempuan dengan kaum lelaki. Salah besar! seorang Wanita lebih berharga di Mata Allah sejak pertama kali ada kehidupan. Hingga ada sebutan 'Wanita perhiasan dunia', 'Surga ditelapak kaki Ibu'. Ini adalah penghargaan yang langsung diturunkan oleh Allah Swt karena teramat berharganya kaum wanita.

Jika ada yang bilang tentang masa lampau bahwa wanita di hina, dibunuh dijaman Jahiliyah, tidak dianggap dijaman penjajahan, bolehlah kita menghargai jasa Ibu kita Kartini yang telah berjuang untuk MEMERDEKAKAN HAK-HAK DIMATA MANUSIA, tapi salah Jika MENYAMAKAN DERAJAT PEREMPUAN. Islamlah yang meninggikan derajat perempuan jauh sebelum adanya Kartini.

Dedicated to Indonesia's Women

Tidak ada komentar:

Posting Komentar